Sabtu, 30 Januari 2010

handout database

HAND OUT
DASAR TENTANG DATABASE
 

Pengertian :
a.       “a collection of related data” (Elmazri & Navathe, 1994)
b.      “an organized collection of logically related data” (McFadden, Hoffer, and Presscot, 2002)
c.       “a collection of data, typically describing the activities of one or more related organizations” (Ramakrishnan & Gerke, 2000)
Beberapa definisi basis data adalah sebagai berikut:
ü  Sekumpulan data store(bisa dalam jumlah besar) yang tersimpan dalam magnetic disk, optical disk, dan media penyimpan sekunder lainnya.
ü  Sekumpulan program-program aplikasi umum yang bersifat “batch” yang mengeksekusi dan memproses data secara umum(hapus,cari,update,dll)
ü  Basis data terdiri dari data yang di-share bagi banyak user dan memungkinkan penggunaan data yang sama pada waktu bersamaan oleh banyak user
ü  Koleksi terpadu dari data-data yang saling berkaitan dari suatu enterprise.Mis. Basis data RS akan terdiri dari data-data seperti pasien, karyawam, dokter, dan perawat

Pola dalam penyimpanan data :
  1. Sistem pemrosesan berkas tradisional.
a. tiap aplikasi memiliki berkas sendiri sendiri
b. Dependensi data-program
    Perubahan data membuat sejumlah program perlu dimodifikasi
            c. Duplikasi data
                Data yang sama muncul pada beberapa berkas
            d. Keterbatasan berbagi data (Isolasi data - banyak format file)
            e. Waktu pengembangan lama
                Perlu membuat program untuk mengakses data
            f.  Problem integritas (kekonsistensian)
                Kekakangan integritas (misalnya saldo >) menjadi bagian dari program
            g. Keamanan data tidak terjamin















Sistem penyimpanan dengan konsep database
            Aplikasi database : adalah program aplikasi yang digunakan untuk melaksanakan sederet kegiatan yang  ditentukan oleh pemakai.


Keunggulan penerapan konsep database
l  Independensi program-data
l  Meminimalkan redundansi data
l  Meningkatkan konsitensi data
l  Meningkatkan kemampuan berbagai data
l  Meningkatkan produktivitas pengembangan aplikasi
l  Meningkatkan pencapaian standarisasi
l  Meningkatkan kualitas data
l  Meningkatkan tanggapan dan kemudahan akses terhadap data
l  Mengurangi pemeliharaan program

Model dasar database
  Hierarkis
Lebih dikenal dengan model pohon
  Jaringan
Tiap anak bisa memiliki lebih dari satu orang tua.

  Relasional
Menggunakan model berupa tabel berdimensi dua (yang disebut relasi atau tabel),Memakai kunci tamu (foreign key) sebagai penghubung dengan tabel lain.

Konsep Dasar Database
ü  Field
                                                  i.            Field merupakan implementasi dari suatu atribut data.
                                                ii.            Field merupakan unit terkecil dari data yang berarti(meaningful data) yang disimpan dalam suatu file atau basis data.
ü  Record
                                                  i.            Field-field tersebut diorganisasikan dalam record-record
                                                ii.            Record merupakan koleksi dari field-field yang disusun dalam format yang telah ditentukan.
                                              iii.            Selama desain sistem, record akan diklasifikasikan sebagai fixed-length record atau variable-length record.
1.      Fixed-length record: tiap instance record punya field, jumlah field, dan ukuran logik yang sama
2.      Variable-length record : mengijinkan record-record yang berbeda dalam file yang sama memiliki panjang yang berbeda.

ü  File dan Tabel      
                                                  i.            Record-record yang serupa diorganisasikan dalam grup-grup yang disebut file. Jadi file merupakan kumpulan semua kejadian dari struktur record yang diberikan.
                                                ii.            Tabel merupakan ekivalen basis data relasional dari sebuah file.

Beberapa operasi dasar yang dilakukan oleh aplikasi database:
  • Menambah data
  • Membaca data
  • Mengubah data
  • Menghapus data

Kunci (Key)
Kunci merupakan elemen record yang dipakai untuk menemukan record tersebut pada waktu akses atau bisa digunakan untuk identifikasi tiap record.
Jenis-jenis kunci :
ü  Superkey
ü  Candidat key
ü  Primary key
ü  Alternate key
ü  Foreign key
ü  External key

Superkey : kumpulan atribut dari suatu tabel yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi entity atau record dari tabel tersebut secara unik

Candidate key : superkey dengan jumlah atribut minimal. Candidat key ini tidak boleh berisi atribut dari tabel yang lain














ID_Cus
Name
NoOfPay
Amount
112233
Tim
890
9000
112231
Kate
891
8000
112241
Tyson
895
10000


Primary key :Salah satu atrribut dari candidat key dapat dipilih menjadi primary key dengan 3 kriteria sbb :
  • Key tersebut lebih natural untuk dijadikan acuan
  • Key tersebut lebih sederhana
  • Key tersebut cukup uniqe

Alternate key :Setiap atribut dari candidate key yang tidak terpilih sebagai primary key akan dinamakan alternate key. Pada contoh sebelumnya bila untuk primary key dipilih ID_Cus maka alternate key nya adalah No.of Pay

Foreign key : merupakan sembarang atribut yang menunjuk kepada primary key pada tabel lain.
  • Akan terjadi pada suatu relasi yang memiliki kardinalitas one to many atau many to many













KODE
MK
SKS
KD-Dosen
TEL 100
Fisika
3
D-101
TEL 200
Isyarat
2
D-109
TEL 210
T.Kendali
2
D-101


KD-Dosen
Nama_Dosen
D-100
Badu,S.T
D-101
Ir.Thomas
D-109
Harry,S.T,M.T


Primary Key





Tahap Perancangan Database
n  Perancangan secara konseptual
n  Diagram konteks
n  DFD
n  Model ER
n  Perancangan secara logis
n  Translasi model ER ke Model Relasional
n  Perancangan secara fisik
n  Penciptaan database, relasi, dan hal-hal terkait ke dalam bentuk fisik



Diagram Konteks
Merupakan gambaran kasar aliran informasi dan data yang akan dilakukan oleh system database yang akan dirancang. Contoh diagram konteks :


Diagram ini hanya menjelaskan secara umum gambaran aliran konteks dari rancangan system yang akan dibuat.

DFD ( Data Flow Diagram )
Gambar diatas merupakan contoh DFD. DFD merupakan detail rancangan dari diagram konteks yang sudah dibuat yang sudah memuat rancangan table database yang akan diimplementasikan pada database yang akan dibuat.

Diagram E-R ( Entity Relational ).
l  ERD merupakan model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak
l  Diagram E-R berupa model data konseptual, yang merepresentasikan data dalam suatu organisasi.
l  ERD menekankan pada struktur dan relationship data,  berbeda dengan DFD(Data Flow Diagram) yang merupakan model jaringan fungsi yang akan dilaksanakan sistem
l  Biasanya digunakan oleh profesional sistem untuk berkomunikasi dengan pemakai eksekutif tingkat tinggi dalam perusahaan yang tidak tertarik pada pelaksanaan operasi sistem sehari-hari, namun lebih kepada :
l  Data apa saja yang diperlukan untuk bisnis mereka?
l  Bagaimana data tersebut berelasi dengan data lainnya?
l  Siapa saja yang diperbolehkan mengakses data tsb?

Notasi Yang digunakan pada perancangan E-R diagram

Contoh ER diagram terlampir.

Latihan :
a. Perancangan  diagram E-R.
Rancanglah diagram E-R dari kasus aplikasi database sederhanauntuk sistem informasi akademis suatu universitas.
Dengan ketentuan sebagai berikut :
 Entities yang dimuat adalah :
1.      mahasiswa: menyimpan semua informasi pribadi mengenai semua mahasiswa
2.      dosen: menyimpan semua informasi pribadi mengenai semua dosen
3.      mata_kuliah: menyimpan semua informasi mengenai semua mata kuliah yang ditawarkan
4.      ruang: menyimpan semua informasi mengenai ruang kelas yang digunakan



Normalisasi
·         Normalisasi merupakan teknik  analisis data yang mengorganisasikan atribut-atribut data dengan cara mengelompokkan sehingga terbentuk entitas yang  non-redundant, stabil, dan fleksible
·         Normalisasi dilakukan sebagai uji coba pada suatu relasi secara berkelanjutan untuk menentukan apakah relasi itu sudah baik, yaitu dapat dilakukan proses insert,update,delete, dan modifikasi pada satu atau beberapa atribut tanpa mempengaruhi integritas data dalam relasi tersebut.
Pada proses normalisasi terhadap tabel pada database dapat dilakukan dengan tiga tahap normalisasi antara lain :
1.      Bentuk Normal ke Satu(1NF)
a.       Syarat :
b.      Tidak ada set atribut yang berulang atau bernilai ganda.
c.       Telah ditentukannya primary key untuk tabel atau relasi.
d.      Tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.
e.       Tiap atribut yang dapat memiiki banyak nilai sebenarnya menggambarkan entitas atau relasi yang terpisah.
2.      Bentuk Normal ke Dua(2NF)
a.       Syarat :     
b.      Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal ke satu.
c.       Atribut bukan kunci(non-key attribute) haruslah memiliki ketergantungan fungsional sepenuhnya pada primary key
3.      Bentuk Normal ke Tiga(3NF)
a.       Syarat :     
b.      Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal ke dua.
c.       Atribut bukan kunci(non-key attribute) tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional terhadap atribut bukan kunci lainnya. Seluruh atribut bukan kunci pada suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key di relasi itu saja.
Contoh Normalisasi pada beberapa tingkatan.
Diberikan tabel Mahasiswa di bawah ini, akan dilakukan normalisasi sampai bentuk normal ke tiga

Perhatikan bahwa tabel di atas sudah dalam bentuk normal ke Satu(1NF).










Bentuk Normal 2 ( NF2 )





Belum memenuhi kriteria 3NF,
Karena atribut non-key Nilai dan
Bobot masih memiliki ketergantu-
ngan fungsional.





















Bentuk Normal 3 NF3









SQL (Structure Query Language).
merupakan bahasa yang digunakan untuk melakukan rekayasa terhadap data pada database, mulai dari memasukkan, mengganti, dan menampilkan data pada database. untuk lebih detail akan dibahas pada modul praktikum.

Implementasi E-R diagram dengan tools
Saat ini telah tersedia beberapa tools yang bisa digunakan untuk membuat desain ERD dan secara otomatis bisa di generate ke bentuk tabel database secara otomatis. Diantaranta adalah DB Designer, dan DB Wrench. Tools ini akan dipelajari secara lebih detail pada praktikum.

















Contoh ERD


Pengenalan PostgreSQL

            PostgreSQL atau sering disebut Postgres merupakan salah satu dari sejumlah database besar yang menawarkan skalabilitas, keluwesan, dan kinerja yang tinggi. Penggunaannya begitu meluas di berbagai platform dan didukung oleh banyak bahasa pemrograman. Bagi masyarakat TI (teknologi informasi) di Indonesia, Postgres sudah digunakan untuk berbagai aplikasi seperti web, billing system, dan sistem informasi besar lainnya.
Karakteristik PostgreSQL
1.      PostgreSQL adalah sebuah object-relational database management system (ORDBMS)
2.      Bersifat open source
3.      Mendukung standar SQL92 dan SQL99
4.      Mendukung bahasa pemrograman C, C++, Java, Tcl, Perl, Python, PHP, dst.

Arsitektur PostgreSQL
1.      Berbasis Client-Server.
2.      Backend software untuk database server (server-side): Postmaster
3.      Frontend software (client-side):
a.       psql (disediakan dalam paket PostgreSQL)
b.      Client berbasis GUI (PgAdmin, PgAccess, ApplixWare, dsb.)
c.       Client berbasis Web (phpPgAdmin)
d.      Buat aplikasi sendiri (C, C++, Java, PHP, dsb.)

Jumat, 15 Januari 2010

*Arsitektur Komputer*




Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata komputer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, Asal mulanya, pengolahan informasi sangat erat hubungannya dengan aritmatika, tetapi komputer modern saat ini dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika. Seperti misalnya untuk mengetik, membuka siklus web, dll.
Segmentation: Pada sistem segmentasi alamat logika pada kode instruksi program juga perlu ditranslasi pada saat dieksekusi. Misalnya sistem memori computer menggunakan alamat 16 bit sehingga maksimal kapasitas memori utama adalah 64 kbyte. Bit alamat logika dapat dipecah atas nomor segmen dan alamat offset. Misalnya, nomor segmen menggunakan 4 bit atas alamat logika, yang berarti terdapat maksimal 212=4 kbyte. Misalnya dalam program terdapat instruksi jump[4848]. Pada saat eksekusi, berapakah alamat fisik hasil translasi dari referensi alamat logika 4848 pada instruksi jump tersebut? Jika direpresentasikan dalam bentuk biner, alamt logika 4848 adalah 000100101111000, yang berarti nomor segmennya adalah 1 (0001) dan alamat offsetnya adalah 752 (001011110000). Dati tabel segmen proses terlihat bahwa segmen 1 dialokasikan pada memori fisik pada alamat awal 8224 sehingga pada saat dieksekusi alamat 4848 akan ditranslasi menjadi 8224 + 752 = 8976
Alamat yang dibangkitkan oleh CPU disebut alamat logika (logical address) dimana alamat terlihat sebagai uni memory yang disebut alamat fisik (physical address). User program tidak pernah melihat alamat fisik secara real. Program dapat membuat sebuah penunjuk ke lokasi 346, mengirimkan ke memory, memanipulasinya, membandingkan dengan alamat lain, semua menggunakan alamat 346. Hanya ketika digunakan sebagai alamat memory akan direlokasi secara relatif ke register basis. Alamat Relatif / Logika adalah alamat memori yang digunakan oleh user’s dalam bahasa mesin.
Segmentasi adalah skema manajemen memori yang memungkinkan user untuk melihat memori tersebut. Ruang alamat logika adalah kumpulan segmen. Setiap segmen mempunyai nama dan panjang. Spesifikasi alamat berupa nama segmen dan offset. Segment diberi nomor dan disebut dengan nomor segmen (bukan nama segmen) atau segment number. Segmen dibentuk secara otomatis oleh compiler. Sebuah program adalah kumpulan segmen. Suatu segmen adalah unit logikaseperti program utama, prosedur, fungsi, metode, obyek, variabel lokal, variabel global, blok umum, stack, tabel simbol, array dan lain-lain. Pandangan user terhadap system.

Saluran data adalah saluran yang menghubungkan untuk dan dari data yang terdapat pada prosessor dengan data yang ada dimemori.
Banyaknya saluran data ke prosessor dan kememori, disesuaikan dengan banyaknya bit penyimpanan data.

Saluran alamat adalah saluran yang menghubungkan jumlah alamat pada memori terhadap prosessor, banyaknya jumlah saluran alamat disesuaikan dengan banyaknya hasil perpangkatan dari kapasitas memori.

Saluran alamat ke-ecoder yaitu saluran pengendali untuk memberikan perintah ke alamat mana data akan disimpan. Banyaknya jumlah saluran ecoder disesuaikan dengan banyaknya memori yang digunakan dalam rangkaian.


berikut cara perhitungan serta peta memori
*16k x 8bit*
Proses perhitungan!!!!!
16K * 8Bit
214    * 8Bit
16384 * 8Bit
SA=14                         A.Awal = 0000h
SD=8                           A.Akhir = 3FFFh
*  4 BUAH               4k * 8Bit
4096 * 8Bit
212   * 8Bit
SA=12                   A.Awal = 000
SD=8                     A.Akhir = FFF




Chip


A13


A12


A11


A10


A9


A8


A7


A6


A5


A4


A3


A2


A1


A0


HEXA


A
4K*8Bit


0


0


0




0


0


0


0


0


0


0


0


0


0


0


000


FFF


0000


0FFF


0


0


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


B
4K*8Bit


0


1


0


0




0


0


0


0


0


0


0


0


0


0


000


FFF


1000


1FFF


0


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


C
4K*8Bit


1


0


0


0




0


0


0


0


0


0


0


0


0


0


000


FFF


2000


2FFF


1


0


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


D
4K*8Bit


1


1


0


0




0


0


0


0


0


0


0


0


0


0


000


FFF


3000


3FFF

1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


1


Dan Gambar Gerbang Logikanya  :


X


Y


A


B


C


D


0


0


1


0


0


0


0


1


0


1


0


0


1


0


0


0


1




0


1


1


0


0


1


1















<data:blog.pageTitle/>







Blogger Template by ThemeLib.com
Theme Name: *******(nama template mu)
Theme URI: *********(url template)
Author URI: *********(pembuat template)
Version: 1.0
#navbar, #navbar-iframe {
height: 0px;
visibility: hidden;
display: none;
}



nyengsol

Bodohnya aku… yang terus…

Menunggu ..dan menunggu…

Atas semua balasan rasa…

Sadar… dan percaya…

Tak mungkin…

Kau membalasnya…

Sebenarnya ku tak berharap…

Kau ada disamping ini…

Karna…kan buat ku bimbang dan tak berarah

Mungkin… ini kata orang...

Cinta tak selamanya selalu harus memiliki…

Tak harus dicintai…

Dan ku hanya bisa mencintai…sampai saat ini…

Tak peduli… kata orang…

Bodoh…pecundang…

Ku tak perduli…….

Tapi yang hanya ku tau “AKU CINTA’’

JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ

Inginku hanya dia tau..

Tentang... Semua rasa ini…

Sampai saat ini ku tetap sayang…

Selama tujuh tahunan lebih…

Inginku.. teriak dan menangis atas semua ini

Dari dulu pula… tangisan ini terpendam…

Sudah ku coba tuk lupakan…

Tapi…dia terus tersenyum… menatap

Harus gimana lagi kulakukan…

Kini… lelahku mulai sampai dalam benakku…

Harus bagaimana ku berbuat…ku berjalan …

,Bertahan atau …………………………………………….

Dan meski kini… ku dengan yang lain…

Dan sayang padanya …

Masih tetap dalam sisi lain ada dirimu…

Begitunya dirimu…ku puja dan ku agungkan…

Kini ku bersalah padanya…. ku khianati rasanya

Dengan setengah hati ku masih milik hati nya…

Dan hanya bisa buat dia kadang tersudut….

MAAF DAN SAYANG

JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ

Saat dia ucapkan sayang

Rasa bersalah masih terus ada…….

Karna ku tak bisa mencintai sebesar dia mencintaiku

Takut ku menyakiti …………

Cinta yang besar pernah ku alami……

Dimana saat itu ku hanya bisa..

Mengagumi dan menyayangi

Dan disitu pulakurasakan akan rasa cintadan sayang

Tak membutuhkan balasan sayang

Dan hanya sebatas menyayangi .

Dan hanya bisa memandang

Sepintas ku bertanya pada bumi

Kenapaharus ada yang namanya cinta ………??????????????

Di mana disitu ada pahit dan manisnya cinta……..

Tapi yang kurasakan hanyalah pahitnya ……….

JJJJJJJJ KAGUM

Rabu, 14 Oktober 2009

» Car
untuk para pengguna hp china..yang bingung untuk mengaktipkan GPRS ni Saya ada coretan tentang pengaktipan Gprs- nya

setelah diuji di dapur saya dengan 4 kartu yaitu Halo Telkomsel, Matrix Indosat, Xplor dan XL bebas dari Excelcomindo, dan im3 Indosat, settingan GPRS dan MMS untuk hitech adalah sebagai berikut :

Langkah awal setelah mengaktifkan / memastikan GPRS aktif ke customer service provider mu adalah membuat profile GPRS dan MMS sebelum setting WAP dan MMS dengan catatan pengisian profile boleh dicantumkan semua di HP kamu (recommended) atau dipilih hanya untuk kartu yang kamu pakai

menu>layanan>akun data>GPRS>pilih rekening data/profile yang ada atau yang kosong>ubah>

diisi untuk GPRS kartu Matrix sbb :

1. nama rek : Satelindo
2. APN : satelindogprs.com
3. Nama Pengguna : (kosongkan)
4. Sandi : (kosongkan)
5. Tipe Otoris. : Normal
6. pilih selesai, pilih ya untuk simpan, pilih aktifkan

diisi untuk GPRS kartu Halo sbb : (berlaku juga untuk settingan Simpati dan As)

1. nama rek : Telkomsel
2. APN : telkomsel
3. Nama Pengguna : wap
4. Sandi : wap123
5. Tipe Otoris. : Normal
6. pilih selesai, pilih ya untuk simpan, pilih aktifkan

diisi untuk GPRS Excelcomindo : (berlaku untuk xplor, xl bebas dan xl jempol)

1. nama rek : Excelcomindo
2. APN : www.xlgprs.net
3. Nama Pengguna : xlgprs
4. Sandi : proxl
5. Tipe Otoris. : Normal
6. pilih selesai, pilih ya untuk simpan, pilih aktifkan

diisi untuk GPRS im3 Indosat :

1. nama rek : IM3
2. APN : indosatgprs
3. Nama Pengguna : indosat
4. Sandi : indosat
5. Tipe Otoris. : Normal
6. pilih selesai, pilih ya untuk simpan, pilih aktifkan

karena saya belum pernah pakai kartu three, silahkan dicoba aja untuk 3 sbb :

1. nama rek : Operator 3
2. APN : 3gprs
3. Nama Pengguna : 3GPRS
4. Sandi : 3gprs
5. Tipe Otoris. : Normal
6. pilih selesai, pilih ya untuk simpan, pilih aktifkan

Selanjutnya setting WAP

menu>layanan>WAP>pengaturan>ubah profil>pilih rekening data/profile yang ada atau yang kosong>ubah profil>

untuk WAP Matrix:

1. Ganti Nama Profil : Satelindo WAP
2. Homepage : http://wap.indosat.com
3. Rekening data : tekan tombol pilih>GPRS>Satelindo>ok
4. Jenis hubungan/type koneksi : Orientasi -hubungan>ok>
1. alamat IP : 202.152.162.250
2. keamanan : off
tekan tombol selesai
5. Username : (kosongkan)
6. Sandi : (kosongkan)
7. Tekan tombol Selesai, Pilih Ya untuk Simpan, pilih aktifkan, ok

untuk WAP Telkomsel:

1. Ganti Nama Profil : Telkomsel WAP
2. Homepage : http://wap.telkomsel.com
3. Rekening data : tekan tombol pilih>GPRS>Telkomsel>ok
4. Jenis hubungan/type koneksi : Orientasi -hubungan>ok>
1. alamat IP : 010.001.089.130
2. keamanan : off
tekan tombol selesai
5. Username : wap
6. Sandi : wap123
7. Tekan tombol Selesai, Pilih Ya untuk Simpan, pilih aktifkan, ok

untuk WAP Excelcomindo : (berlaku untuk seluruh kartu XL)

1. Ganti Nama Profil : Excelcomindo WAP
2. Homepage : http://wap.lifeinhand.com
3. Rekening data : tekan tombol pilih>GPRS>Excelcomindo>ok
4. Jenis hubungan/type koneksi : Orientasi -hubungan>ok>
1. alamat IP : 202.152.240.050
2. keamanan : off
tekan tombol selesai
5. Username : xlgprs
6. Sandi : proxl
7. Tekan tombol Selesai, Pilih Ya untuk Simpan, pilih aktifkan, ok

untuk WAP kartu im3 :

1. Ganti Nama Profil : IM3 WAP
2. Homepage : http://wap.indosat.com
3. Rekening data : tekan tombol pilih>GPRS>IM3>ok
4. Jenis hubungan/type koneksi : Orientasi -hubungan>ok>
1. alamat IP : 010.019.019.019
2. keamanan : off
tekan tombol selesai
5. Username : indosat
6. Sandi : indosat
7. Tekan tombol Selesai, Pilih Ya untuk Simpan, pilih aktifkan, ok

untuk WAP kartu Three :

1. Ganti Nama Profil : Operator 3 WAP
2. Homepage : http://wap.hutch.co.id
3. Rekening data : tekan tombol pilih>GPRS>Operator 3>ok
4. Jenis hubungan/type koneksi : HTTP>ok>
1. alamat proxy : 010.004.000.010 atau 010.004.000.080
2. port proxy : 3128 atau 8080
tekan tombol selesai
5. Username : 3GPRS
6. Sandi : 3gprs
7. Tekan tombol Selesai, Pilih Ya untuk Simpan, pilih aktifkan, ok

uji coba koneksi WAP terlebih dahulu

menu>layanan>WAP>homepage>ok

kalo sudah berhasil,

Selanjutnya membuat profile GPRS MMS, kenapa perlu membuat profile GPRS MMS ?, karena alamat APN untuk GPRS dan MMS masing-masing berbeda

menu>layanan>akun data>GPRS>pilih rekening data/profile yang masih kosong>ubah>

diisi untuk GPRS MMS Matrix :

1. nama rek : Satelindo MMS
2. APN : mms.satelindogprs.com
3. Nama Pengguna : satmms
4. Sandi : satmms
5. Tipe Otoris. : Normal
6. pilih selesai, pilih ya untuk simpan tapi tidak perlu aktifkan

diisi untuk GPRS MMS telkomsel :

1. nama rek : Telkomsel MMS
2. APN : mms
3. Nama Pengguna : wap
4. Sandi : wap123
5. Tipe Otoris. : Normal
6. pilih selesai, pilih ya untuk simpan tapi tidak perlu aktifkan

Excelcomindo boleh tanpa profile tambahan untuk mms karena APN nya bisa di set sama baik GPRS maupun MMS, jadi perubahannya hanya di settingan pesan MMS, atau kalo mau dibuat dengan APN berbeda dengan GPRS, seperti dibawah ini, juga bisa (dua-duanya berfungsi dengan baik koq, udah pernah saya coba masing2) :

1. nama rek : Excelcomindo MMS
2. APN : www.xlmms.net
3. Nama Pengguna : xlgprs
4. Sandi : proxl
5. Tipe Otoris. : Normal
6. pilih selesai, pilih ya untuk simpan tapi tidak perlu aktifkan

diisi untuk GPRS MMS kartu im3 :

1. nama rek : IM3 MMS
2. APN : mms.indosat-m3.net
3. Nama Pengguna : mms
4. Sandi : im3
5. Tipe Otoris. : Normal
6. pilih selesai, pilih ya untuk simpan tapi tidak perlu aktifkan

diisi untuk GPRS MMS kartu Three :

1. nama rek : Operator 3 MMS
2. APN : 3mms
3. Nama Pengguna : 3MMS
4. Sandi : 3mms
5. Tipe Otoris. : Normal
6. pilih selesai, pilih ya untuk simpan tapi tidak perlu aktifkan

Selanjutnya setting MMS

menu>pesan>MMS>pengaturan pesan>profil server>pilih rekening data/profile yang ada atau yang kosong>ubah profil>


untuk MMS Matrix :

1. Ganti Nama Profil : Satelindo
2. Homepage : http://mmsc.satelindogprs.com
3. Rekening data : tekan tombol pilih>GPRS>Satelindo MMS>ok
4. Jenis hubungan/type koneksi : Orientasi -hubungan>ok>alamat IP : 202.152.162.088
tekan tombol selesai
5. Username : satmms
6. Sandi : satmms
7. Tekan tombol Selesai, Pilih Ya untuk Simpan, pilih aktifkan, ok

untuk MMS Telkomsel :

1. Ganti Nama Profil : Telkomsel
2. Homepage : http://mms.telkomsel.com
3. Rekening data : tekan tombol pilih>GPRS>Telkomsel MMS>ok
4. Jenis hubungan/type koneksi : Orientasi -hubungan>ok>alamat IP : 010.001.089.150
tekan tombol selesai
5. Username : wap
6. Sandi : wap123
7. Tekan tombol Selesai, Pilih Ya untuk Simpan, pilih aktifkan, ok

untuk MMS Excelcomindo : (berlaku untuk seluruh kartu XL)

1. Ganti Nama Profil : Excelcomindo
2. Homepage : http://mmc.xl.net.id/servlets/mms
3. Rekening data : tekan tombol pilih>GPRS>Excelcomindo>ok atau
Rekening data : tekan tombol pilih>GPRS>Excelcomindo MMS>ok
4. Jenis hubungan/type koneksi : Orientasi -hubungan>ok>alamat IP : 202.152.240.050
tekan tombol selesai
5. Username : xlgprs
6. Sandi : proxl
7. Tekan tombol Selesai, Pilih Ya untuk Simpan, pilih aktifkan, ok

untuk MMS kartu im3 :

1. Ganti Nama Profil : IM3
2. Homepage : http://mmsc.m3-access.com
3. Rekening data : tekan tombol pilih>GPRS>IM3 MMS>ok
4. Jenis hubungan/type koneksi : Orientasi -hubungan>ok>alamat IP : 010.019.019.019
tekan tombol selesai
5. Username : mms
6. Sandi : im3
7. Tekan tombol Selesai, Pilih Ya untuk Simpan, pilih aktifkan, ok

untuk MMS kartu Three :

1. Ganti Nama Profil : Operator 3
2. Homepage : http://mmsc.hutch.com
3. Rekening data : tekan tombol pilih>GPRS>Operator 3 MMS>ok
4. Jenis hubungan/type koneksi : Orientasi -hubungan>ok>alamat IP : 010.004.000.010
tekan tombol selesai
5. Username : 3mms
6. Sandi : 3mms
7. Tekan tombol Selesai, Pilih Ya untuk Simpan, pilih aktifkan, ok

SELAMAT MENCOBA

Minggu, 19 Juli 2009

Metode sorting

Metode-metode Sorting :

Bubble Sort

Pengurutan model ini mengambil ide dari gelembung air, yaitu mengapungkan elemen yang bernilai kecil dari bawah ke atas. Proses pengapungan dilakukan dengan pertukaran elemen-elemen tabel.

Apabila kita menginginkan array terurut menaik, maka elemen array yang berharga paling kecil ”diapungkan” artinya diangkat ke ”atas” (atau ke ujung kiri array) melalui proses pertukaran. Proses pengapungan ini dilakukan sebanyak n-1 langkah(satu langkah disebut satu kali pass) dengan n adalah ukuran array.

I. Definisi

Bubble Sort merupakan cara pengurutan yang sederhana. Konsep dari algoritma ini adalah seperti gelembung air untuk elemen struktur data yang seharusnya berada pada posisi awal. Cara kerjanya adalah dengan berulang-ulang melakukan traversal (proses looping) terhadap elemen-elemen struktur data yang belum diurutkan. Di dalam traversal tersebut nilai dari dua struktur data dibandingkan, jika ternyata urutannya tidak sesuai dengan permintaan (urutan), maka dilakukan proses penukaran (swap).

II. Algoritma Bubble Sort (ascending)

Algoritma bubble sort adalah sebagai berikut, jika N adalah jumlah elemen data, dengan elemen-elemennya adalah T1, T2, …, TN-1,TN, maka:

1. Lakukan traversal dari belakang untuk membandingkan dua elemen yang berdekatan

2. Jika elemen pada TN-1 > TN , maka dilakukan proses pertukaran data (swap). Jika tidak, lanjutkan ke data berikutnya sampai bertemu dengan data yang telah diurutkan.

3. Ulangi langkah tersebut untuk semua data yang tersisa.

Ilustrasi Kasus :

Perhatikan array TabInt di bawah ini yang terdiri dari n = 6 elemen yang belum terurut. Array ini akan diurutkan menaik dengan metode Bubble Sort.

Elemen Array 25 27 10 8 76 21

Indeks 1 2 3 4 5 6

Arah pembandingan

Pass 1 :

Pass 2 : (Berdasarkan hasil akhir Pass 1)


25

27

10

8

21

76


8

25

27

10

21

76


1

2

3

4

5

6


1

2

3

4

5

6


25

27

10

8

21

76


8

25

27

10

21

76


25

27

8

10

21

76


8

25

10

27

21

76


25

8

27

10

21

76


8

10

25

27

21

76


8

25

27

10

21

76

Hasil Akhir Pass 2 :

Hasil Akhir Pass 1 :


8

10

25

27

21

76


8

25

27

10

21

76


1

2

3

4

5

6


1

2

3

4

5

6








Pass 3 : (Berdasarkan hasil akhir Pass 2)

Pass 4 : (Berdasarkan hasil akhir Pass 3)


8

10

25

27

21

76


8

10

21

25

27

76


1

2

3

4

5

6


8

10

21

25

27

76


8

10

25

21

27

76

Hasil Akhir Pass 4 :


8

10

21

25

27

76


8

10

21

25

27

76

Hasil Akhir Pass 3 :


1

2

3

4

5

6


8

10

21

25

27

76

Pass 5 : (Berdasarkan hasil akhir Pass 4)


1

2

3

4

5

6


8

10

21

25

27

76








Hasil Akhir Pass 4 :









8

10

21

25

27

76









1

2

3

4

5

6

# Hasil akhir Pass 5 menyisakan satu elemen yang tidak perlu diurutkan lagi maka pengurutan selesai.

Keterangan :



: Bagian data yang sudah diurutkan/diapungkan



: Bagian data yang dibandingkan dan mungkin ditukarkan posisinya

Procedure Bubble Sort

Procedure BubbleSort(input n:integer,input/output T:TabInteger)

{Mengurutkan Tabel Integer[1..N] dengan Bubble Sort}

Kamus

pass : integer {pencacah untuk jumlah langkah}

k : integer {pencacah pengapungan untuk setiap langkah}

temp : integer {variabel bantu untuk pertukaran}

Algoritma

for pass 1 to (n-1) do

for k n downto (pass+1) do

if (T[k] <>

{pertukarkan T[k] dengan T[k-1]}

temp T[k]

T[k] T[k-1]

T[k-1] temp

endif

endfor

endfor

Implementasi Procedure Bubble Sort dalam Algoritma

procedure InputData(input n : integer; output T : TabInteger)

Kamus

i : integer

Deskripsi

for i 1 to n do

read(T[i])

endfor

Procedure BubbleSort(input n:integer,input/output T:TabInteger)

{Mengurutkan Tabel Integer[1..N] dengan Bubble Sort}

Kamus

pass : integer {pencacah untuk jumlah langkah}

k : integer {pencacah pengapungan untuk setiap langkah}

temp : integer {variabel bantu untuk pertukaran}

Algoritma

for pass 1 to (n-1) do

for k n downto (pass+1) do

if (T[k] <>

{pertukarkan T[k] dengan T[k-1]}

temp T[k]

T[k] T[k-1]

T[k-1] temp

endif

endfor

endfor

Algoritma Bubble_Sort

Kamus

const Nmax=100

type TabInteger = array[1..NMax] of integer

TabInt : TabInteger

jml_data : integer

Deskripsi

read (jml_data) {memasukkan banyak data yang mau diinput}

InputData(jml_data,TabInt) {memanggil prosedur InputData}

BubbleSort(jml_data,TabInt) {memanggil Prosedur BubbleSort}

Algoritma Bubble_Sort memanggil dua prosedur yaitu prosedur InputData(dengan parameter jml_data sebagai input untuk parameter input n dan TabInt sebagai output untuk parameter output T) dan prosedur BubbleSort(dengan jml_data sebagai input untuk parameter input n dan TabInt sebagai input sekaligus output untuk parameter input/output T ).

Contoh buble sort dengan bahasa program pascal

Program Sorting_Bubble;

Uses winCrt;

Const

Max = 10;

Type

Arr = Array[1..max] Of Byte;

Var

Data : Arr;

i : Byte;

Procedure Input;

Begin

Clrscr;

Writeln('Masukkan 10 Data ');

Writeln('=================');

For I:=1 To Max Do

Begin

Write('Data Ke :',I,'=');Readln(Data[i]);

End;

Clrscr;

For i:=1 to Max Do

Write(Data[i],' ');

Writeln;

Writeln('=========================');

Writeln('Data Yang telah Diurutkan');

Writeln;

{ Readln;}

End;

Procedure Change (Var a,b :Byte);

Var c:Byte;

Begin

116

C:=a;a:=b;b:=c;

End;

Procedure Asc_Bubble;

Var

P,Q : Byte;

Flag: Boolean;

Begin

Flag:=False;

P:=2;

While (P

Begin

Flag:=True;

For Q:=Max Downto P Do

If Data[Q]

Begin

Change(Data[Q],data[Q-1]);

Flag:=False;

End;

Inc(i);

End;

Write(' Ascending ');

End;

Procedure Desc_Bubble;

Var

P,Q : Byte;

Flag: Boolean;

Begin

Flag:=False;

P:=2;

While (P

Begin

Flag:=True;

For Q:=Max Downto P Do

If Data[Q]>Data[Q-1] Then

Begin

Change(Data[Q],data[Q-1]);

Flag:=False;

End;

Inc(i);

End;

Write('Descending ');

End;

Procedure Output;

Begin

For I:=1 To Max Do

Write(Data[I],' ');

Writeln;

End;

Begin

Input;

Asc_Bubble; Output;

Desc_Bubble; OutPut;

Writeln;

117

Write('Tekan Enter Untuk Lanjut');

Readln;

End.

HASILNYA :


Selection Sort

Selection sort merupakan sebuah algoritma pengurutan yang secara berulang mencari item yang belum terurut dan mencari paling sedikit satu untuk dimasukkan ke dalam lokasi akhir.

Metode ini memiliki konsep memilih data yang maksimum/minimum dari suatu kumpulan data larik L, lalu menempatkan data tersebut ke elemen paling akhir atau paling awal sesuai pengurutan yang diinginkan. Data maksimum/minimum yang diperoleh, diasingkan ke tempat lain, dan tidak diikutsertakan pada proses pencarian data maksimum/minimum berikutnya.

Contoh ilustrasi :

Misalkan ada sekumpulan data acak berjumlah n elemen yang disimpan di dalam larik L, akan diurut menaik, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

1. Menentukan jumlah iterasi, yaitu pass = n – 2.

2. Untuk setiap pass ke-i = 0,1,2,...,pass, lakukan:

a. Cari elemen terbesar (maks) dari elemen ke-i sampai ke-(n-1).

b. Pertukarkan maks dengan elemen ke-i.

c. Kurangin n satu (n = n – 1).

Rincian tiap-tiap pas adalah sebagai berikut:

• pass 0

− Cari elemen maksimum di dalam L[0...(n-1)].

− Pertukarakan elemen maksimum dengan elemen L[n-1].

• pass 1

− Cari elemen maksimum di dalam L[0...(n-2)].

− Pertukarakan elemen maksimum dengan elemen L[n-2].

• pass 2

− Cari elemen maksimum di dalam L[0...(n-3)].

− Pertukarakan elemen maksimum dengan elemen L[n-3].

• pass 3

− Cari elemen maksimum di dalam L[0...1].

Selection Method - Selection Sort

− Pertukarakan elemen maksimum dengan elemen L[1].

Pseudo-code Selection Sort:

procedure SelectionSort(input/output A : TabelInt, input i,j: integer)

{ Mengurutkan tabel A[i..j] dengan algoritma Selection Sort.

Masukan: Tabel A[i..j] yang sudah terdefinisi elemen-elemennya.

Keluaran: Tabel A[i..j] yang terurut menaik. }

Algoritma:

if i <>then { Ukuran(A) > 1 }

Bagi(A, i, j)

SelectionSort(A, i+1, j)

endif

procedure Bagi(input/output A : TabInt, input i,j: integer)

{ Mencari elemen terkecil di dalam tabel A[i..j], dan menempatkan elemen terkecil sebagai elemen pertama tabel.

Masukan: A[i..j]

Keluaran: A[i..j] dengan Ai adalah elemen terkecil. }

Deklarasi

idxmin, k, temp : integer

Algoritma:

idxmini

for ki+1 to jdo

if Ak <>idxmin then

idxmink

endif

endfor

{ pertukarkan Ai dengan Aidxmin }

tempAi

AiAidxmin

Aidxmintemp

Selection Method - Selection Sort

Contoh kasus:

Misalkan tabel A berisi elemen-elemen berikut:

4 12 3 9 1 21 5 2

Langkah-langkah pengurutan dengan Selection Sort:

4 12 3 9 1 21 5 2

1 12 3 9 4 21 5 2

1 2 3 9 4 21 5 12

1 2 3 9 4 21 5 12

1 2 3 4 9 21 5 12

1 2 3 4 5 21 9 12

1 2 3 4 5 9 12 21

1 2 3 4 5 9 12 21

1 2 3 4 5 9 12 21

Kompleksitas waktu algoritma:

⎩⎨⎧>+−==1,)1(1,)(ncnnTnanT

Penyelesaian (seperti pada Insertion Sort):

T(n) = O(n2).

Kelebihan dan kekurangan Selection Sort

1. Kompleksitas selection sort relatif lebih kecil

2. Mudah menggabungkannya kembali, tetapi sulit membagi masalah

3. Membutuhkan method tambahan


Insertion Sort

Salah satu algoritma sorting yang paling sederhana adalah insertion sort. Ide dari algoritma ini dapat dianalogikan seperti mengurutkan kartu. Penjelasan berikut ini menerangkan bagaimana algoritma insertion sort bekerja dalam pengurutan kartu. nggaplah anda ingin mengurutkan satu set kartu dari kartu yang bernilai paling kecil hingga yang paling besar. Seluruh kartu diletakkan pada meja, sebutlah meja ini sebagai meja pertama, disusun dari kiri ke kanan dan atas ke bawah. Kemudian kita mempunyai meja yang lain, meja kedua, dimana kartu yang diurutkan akan diletakkan. Ambil kartu pertama yang terletak pada pojok kiri atas meja pertama dan letakkan pada meja kedua. Ambil kartu kedua dari meja pertama, bandingkan dengan kartu yang berada pada meja kedua, kemudian letakkan pada urutan yang sesuai setelah perbandingan. Proses tersebut akan berlangsung hingga seluruh kartu pada meja pertama telah diletakkan berurutan pada meja kedua. Algoritma insertion sort pada dasarnya memilah data yang akan diurutkan menjadi dua bagian, yang belum diurutkan (meja pertama) dan yang sudah diurutkan (meja kedua). Elemen pertama diambil dari bagian array yang belum diurutkan dan kemudian diletakkan sesuai posisinya pada bagian lain dari array yang telah diurutkan. Langkah ini dilakukan secara berulang hingga tidak ada lagi elemen yang tersisa pada bagian array yang belum diurutkan.

Algoritma Insertion Sort adalah sebagai berikut:

Procedure insertionSort(input/output T : Larik, input nElm : integer)

{KAw : Larik T terisi mulai indeks 1 s/d nElm}

{KAk : Isi larik T dari indeks 1 s/d nElm terurut membesar}

Kamus

pass : integer

i : integer

temp : ElemenLarik

Deskripsi

pass traversal 2..nElm

temp ß T[pass]

i ß pass – 1

while (T[i]>temp) and (i>1) do

T[i+1] ß T[i]

i ß i – 1

if (T[i]>temp) then

T[i+1] ß T[i]

T[i] ß temp

else

T[i+1] ß pass


Quick sort

Quicksort ditemukan oleh C.A.R Hoare. Seperti pada merge sort, algoritma ini juga berdasar pada pola divide-and-conquer. Berbeda dengan merge sort, algoritma ini hanya mengikuti langkah – langkah sebagai berikut :

1. Divide

Memilah rangkaian data menjadi dua sub-rangkaian A[p…q-1] dan A[q+1…r] dimana setiap elemen A[p…q-1] adalah kurang dari atau sama dengan A[q] dan setiap elemen pada A[q+1…r] adalah lebih besar atau sama dengan elemen pada A[q]. A[q] disebut sebagai elemen pivot. Perhitungan pada elemen q merupakan salah satu bagian dari prosedur pemisahan.

2. Conquer

Mengurutkan elemen pada sub-rangkaian secara rekursif Pada algoritma quicksort, langkah ”kombinasi” tidak di lakukan karena telah terjadi pengurutan elemen – elemen pada sub-array

Merge sort

Merge sort menggunakan pola divide and conquer. Dengan hal ini deskripsi dari algoritma dirumuskan dalam 3 langkah berpola divide-and-conquer. Berikut menjelaskan langkah kerja dari Merge sort.

1. Divide

Memilah elemen – elemen dari rangkaian data menjadi dua bagian.

2. Conquer

Conquer setiap bagian dengan memanggil prosedur merge sort secara rekursif.

3. Kombinasi

Mengkombinasikan dua bagian tersebut secara rekursif untuk mendapatkan rangkaian data berurutan. Proses rekursi berhenti jika mencapai elemen dasar. Hal ini terjadi bilamana bagian yang akan diurutkan menyisakan tepat satu elemen. Sisa pengurutan satu elemen tersebut menandakan bahwa bagian tersebut telah terurut sesuai rangkaian.

Kamis, 18 Juni 2009

Teknik Informatika

Pengertian Array

Array (larik) merupakan tipe data tersetruktur dimana didalamnya terdiri dari komponen – komponen yang mempunyai tipe data yang sama. Didalam suatu array jumlah komponen banyaknya adalah tetap. Didalam suatu larik atau array setiap kompoenen ditunjukan oleh suatu index yang unik. Index dari setiap komponen array menunjukan urutan data atau identitas yang mewakili data yang ada didalamnya.
Logika sederhananya array itu bisa disamakan dengan dua orang dengan nama yang sama didalam suatu komunitas, untuk membedakan antara nama yang satu atau dengan nama yang lain maka diberikan initial tambahan untuk setiap nama.